Tips untuk Investasi Saham Jangka Panjang

Tips untuk Investasi Saham Jangka Panjang

Buat kamu yang mau investasi saham untuk jangka panjang, jangan asal-asalan dan ceroboh ya. Ingat, investasi harus punya tujuan, mentang-mentang lagi zaman investasi terus kamu ikut-ikutan aja tanpa punya tujuan jangka panjang dan bahkan tanpa ilmu, yang ada malah rugi nantinya.

Tips Investasi Saham Jangka Panjang

  1. Disversifikasi
    Besaran tiap instrumen saham usahakan jangan lebih dari 15% total portofolio kamu. Hal ini bertujuan meminimalisir kerugian berinvestasi.
  2. Jangan Malas Cari Info
    Jangan investasi karena ikut-ikutan atau asal-asalan, harus cari tau fundamental perusahaan. Lihat laporan keuangan dan kinerja sahamnya selama ini.
  3. Pakai Strategi
    Gunakan strategi “Run The Stars and Sell The Dogs”. Pantau investasi dan bandingkan kinerjanya dengan indeks pasar. Kalau untuk investasi jangka panjang, harus sabar dan jangan terpancing emosi untuk buru-buru jual dan beli.
  4. Menginvestasikan Dividen Lagi
    Hasil sebesar 3% mungkin seperti tidak ada apa-apanya. Tetapi dalam jangan waktu lebih lama akan menghasilkan perbedaan yang besar. Pilih beberapa investasi dengan sejarah dividen yang solid ya.
  5. Jangan Terlalu Fokus Tren
    Tidak perlu terlalu mengikuti tren jika mau investasi jangka panjang. Cukup fokus dengan perusahaan yang memiliki kinerja dan fundamental yang bagus saja.

Perbedaan Mapan dengan Kaya Raya

Jangan salah pemikiran loh, mapan itu beda sama kaya raya. Kamu hebat kok kalau misalnya udah bisa jadi orang yang mapan karena hal itu juga butuh perjuangan keras.

Banyak orang sering menyamakan mapan itu sama dengan kaya raya. Padahal sebenarnya mapan dan kaya raya itu berbeda loh. Kalau kaya raya, berarti uangnya dan aset sudah berlebih-lebih. Dengan utang yang sedikit atau tidak ada utang sama sekali. Investasi dimana-mana dan juga penghasilan selalu lebih setiap bulan. Nah, kalau mapan itu apa sih?

  1. Punya penghasilan dan bisa menanggung biaya hidup tanpa kekurangan. Tidak mengandalkan orang lain karena kondisi keuangan sudah stabil.
  2. Punya target masa depan yang jelas. 1-10 tahun ke depan sudah tahu apa yang harus dicapai dan punya rencana bagaimana cara mencapainya.
  3. Pekerja keras sejak masih muda karena ingin hidup nyaman di hari tua.