Rekor-Rekor Yang Gagal Dicapai Oleh Liverpool

Liverpool harus menerima kekalahan saat berhadapan dengan Watford dalam laga perdana diajang Liga Inggris musim ini dengan skor akhir 0-3 distadion Vicarage Road, Sabtu (29/02/2020). Dengan kegagalan ini membuat The Reds gagal mencapai beberapa rekor.

Dengan menjalankan aksi tandang kemarkas Watford, Liverpool tampil lebih dominan dan menekan sejak menggiring bola. Beradasarkan statistik, mereka menorehkan 70,7% penguasaan bola sedangkan Watford hanya 29,3%.

Walaupun lebih mendominasi petandingan, Liverpool masih merasakan kesulitan untuk menembus lini pertahanan Watford. Liverpool hanya mendapatkan sekali peluang bagus dari tujuh kesempatan yang diperoleh.

Untuk Watford sendiri telah melepaskan setidaknya 14 tembakan dan lima diantaranya mengarah kearah gawang. Liverpool pun mengalami kerepotan dan akhirnya harus menyerah dengan tiga gol tanpa adanya balas dari Liverpool.

Ketiga gol milik Watford dihasilkan dari tendangan Ismaila Sarr dimenit ke-54 dan menit ke-60 dan Troy Deeney dimenit ke-72.

Dengan hasil tersebut membuat klub besutan dari Jurgen Kloop ini harus gagal mematahkan sejumlah rekor diajang Liga Inggris. Berikut beberapa rekor yang gagal dicapai oleh Liverpool:

Gagal Dalam Hal Kemenangan Beruntun

Liverpool hanya mampu menyamakan catatan yang dicapai oleh salah satu serivalnya, Manchester City. The Reds hanya mampu mengumpulkan 18 kali kemenangan secara beruntun dari 27 Okt 2019 – 24 Februari 2020.

Gagal Dalam Hal Menjalankan Aksi Tandang

Klub dari ajang Premier League yang mampu memecahkan rekor adalah Manchester City yaitu mereka berhasil memperoleh 16 kemenangan. Rekor tersebut digapai oleh City sejak musim 2017 – 2018

Kekalahan saat berhadapan dengan Watford membuat Liverpool harus gagal menyamai pencapaian yang digapai oleh Manchester City. Dimusim ini, The Reds hanya mampu mencapai delapan kali kemenangan secara beruntun saat menjalankan aksi tandang.

Gagal Dalam Hal Tak Terkalahkan

Rekor dalam kategori ini ditorehkan oleh Arsenal yang dicapainya pada musim 2003 – 2004. Saat itu, Arsenal sedang menikmati masa kejayaannya dengan berhasil mengumpulkan 49 laga tak terkalahkan secara beruntun diajang Premier League (13 kali menang dan 13 kali imbang).

Liverpool tidak mampu menyamakan kejayaan Arsenal karena Liverpool hanya mampu mengumpulkan 44 laga tak terkalahkans ecara beruntun (39 kali menang dan 5 kali imbang).

Cetak Gol Cantik, Salah berhasil bungkam para fans rasisnya Chelsea.

Andrew Robertson, mengungkapkan rasa senangnya dengan gol yang diciptakan oleh Mohamed Salah. Robertson mengaku gol yang fantastis tersebut berhasil menutup seluruh mulut fans Chelsea yang berprilaku rasis pada Salah.

Beberapa waktu yang lalu sempat muncul sebuah video mengenai beberapa oknum dari fans Chelsea yang meneriakan ejekan yang berbau rasis pada Mohamed Salah dimana mereka menyebut bahwa sang pemain tersebut seperti salah satu tokoh pengebom atau lebih tepatnya teroris.

Hingga akhirnya Liverpool dihadapkan dengan Chelsea yang bertanding di Anfield pada pekan ke 34 EPL. Laga tersebut berakhir dengan skor 2-0 tanpa balas dengan gol-gol yang indah dari Sadio Mane dan Mohamed Salah. Gol Salah pada menit ke 54 ini menuai bercak kagum diberbagai kalangan, baik dari pihak staf hingga para pemain lainnya. Gol tersebut merupakan tendangan keras dari luar kotak penalti sisi sebelah kanan yang tidak mampu dihalau oleh Kepa Arrizabalaga.

Robertson mengaku kagum dengan Salah melalui dua hal yang ia tunjukkan, yang pertama adalah gol jarak jauh tersebut yang mengingatkan kita dengan aksi-aksi dan momen dari gol Steven Gerrard, dkk. Selanjutnya Robertson juga mengakui bahwa mental Salah itu sama sekali tidak tergoyahkan, mengingat ejekan-ejekan yang muncul seperti itu akan tetapi dirinya tetap mampu menampilkan permainan yang apik.

Robertson berharap melalui gol yang diciptakan oleh Salah kemarin dapat membungkam aksi dari rasisme yang beredar di Liga Inggris.